Cerita Leadership (Part 1)
My Blog Mar 21, 2025

Bagi sebagian orang, leadership bukanlah istilah baru, dari sekolah kita sudah diajarkan soal leadership, belajar beroraganisasi berarti ada leadership didalamnya, apalagi untuk mereka yang bekerja diperusahaan atau corporate, banyak training diperusahaan yang selalu dikaitkan dengan leadership, berharap semua karyawan yang ada sekarang, bisa menjadi leader dimasa mendatang, entah diperusahaan saat ini atau ditempat lain.
Saya punya sebuah cerita leadership yang menarik, cerita ini diadopsi dari sebuah film yang tidak asing lagi bagi banyak orang, judulnya “sun go kong”, ada juga yang menyebutnya “kera sakti”. dari film sun go kong ini, kita akan belajar leadership ala Tong Sam Cong.
Didalam film sun go kong ada beberapa karakter utama seperti : Tong Sam Cong, Cu Pat Kay, Wujing, Sung Go Kong dan Si Kuda Putih. Mari kita kenali mereka satu persatu.
- Sung Go Kong adalah tokoh sentral didalam film tersebut, dia memerankan karakter yang paling jago silat, memiliki kesaktian yang luar biasa, memiliki tongkat sakti, bisa mengenali iblis dengan mudah, bisa menembus dunia para dewa dan dunia bawah tanah. Pokoknya siapapun yang menggangu perjalanan mereka, akan habis dilibas oleh Sun Go Kong.
- Wujing, manusia sungai yang dikenal paling rajin dan bijak dari antara semua murid Tong Sam Cong
- Si Kuda Putih, adalah mahluk yang paling setia menemani Tong Sam Cong
- Cu Pat Kay, adalah si manusia siluman babi yang sangat mudah tergoda oleh wanita dan makanan, derita dia hanya oleh cinta, ucapan dia yang paling terkenal adalah “dari dulu beginilah derita cinta”.
- Tong Sam Cong, adalah sang guru yang menyatukan mereka semua. tidak memiliki kemampuan silat, tidak pintar berbicara, bertemu orang pun malu-malu, tidak bisa galak, tidak bisa bermulut manis, tidak bisa berbuat jahat dan selalu welas asih kepada semua mahluk. mau dihina, di injak-injak, tetap akan memaafkan dan welas asih kepada siapapun.
Dalam film ini, diceritakan tujuan mereka hanya satu, yakni “Pergi ke barat mengambil Kitab Suci”.
Bagaimana seandainya didalam perjalanan Tong Sam Cong tidak memiliki Sun Go Kong, apakah dia akan tetap pergi ke barat untuk mengambil kita suci? pastinya.
Seandainya, Tong Sam Cong tidak memiliki Kuda Putih untuk dikendara menuju barat, apakah dia akan tetap melanjutkan perjalan ke barat mengambil Kita Suci? tentu saja.
Seandainya Tong Sam Cong tidak ditemani Cu Pat Kay diperjalanan menuju barat, apakah dia akan berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan ke barat? pastinya Tong Sam Cong akan tetap pergi ke barat mengambil Kita Suci.
Namun, bagaimana kisah perjalanan para murid apabila Tong Sam Cong tidak ada? apakah para murid akan meneruskan perjalanan ke barat untuk mengambil Kita Suci? Tentu tidak.
So, being a leader is not about how smart you are, bukan soal seberapa jago ilmu silatnya, bukan soal semanis apa kalau berbicara, bukan juga seberapa pandai membuat puisi. Namun, menjadi leader tuh tahu Visi, memiliki Visi yang jelas untuk semua orang yang dipimpin. Jadi si leader bisa tahu, mau dibawa kemana orang-orang ini. atasan (leader) yang clear vision akan terus keep going keep going dan keep going, setapak demi setapak, tapi terus berjalan mewujudkan visi yang ingin dicapai.
Lalu bagaimana cara membuat “Clear Vision”?, kita samsung nanti ya di Cerita Leadership Part 2.
…
Rolles